PENGANTAR
Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena tanpa izin dan ridho-Nya kami tidak mungkin dapat menyelesaikan Dokumen Perencanaan Jangka Menengah ( PJM ) Pronangkis ini dengan baik dan kami pun menyadari akan kemampuan kami sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan harus selalu serta terus berusaha dengan sebaik-baiknya.
Penyebab utama kemiskinan adalah sikap mental para pelaku pembangunan yang negatif dan sudut pandang yang merugikan kelompok masyarakat tertentu dimana kondisi ini menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat. Sejak krisis ekonomi melanda , sudah banyak program pemerintah yang khusus untuk menanggulangi kemiskinan digulirkan, tetapi kenyataannya keberadaan program yang ada tidak memberikan dampak seperti yang diharapkan, bahkan di masyarakat telah banyak menimbulkan lunturnya nilai-nilai luhur hubungan kemasyarakatan. Masyarakat saling mencurigai, hilangnya kepercayaan terhadap pengelola program-program penanggulangan kemiskinan, dana bergulir yang semestinya dapat berkembang dan bergulir kembali ke masyarakat menjadi macet dan tak tentu rimbanya, karena masing-masing pihak merasa tidak bertanggung jawab. Akibatnya masyarakat menjadi lebih terpuruk dalam kemiskinannya.
Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah melalui PNPM-Mandiri Perkotaan, bukan hanya semata-mata bantuan berupa uang akan tetapi lebih merupakan bantuan teknis pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan dalam rangka perubahan sikap perilaku masyarakat agar dapat menanggulangi masalah kemiskinan secara mandiri.
PNPM-Mandiri Perkotaan mempunyai tujuan untuk membantu masyarakat mengorganisasikan dirinya dari mulai menemukenali masalah atau kebutuhan, bagaimana merencanakan pemecahan masalah, menyusun program, melaksanakan dan memantau serta mengevaluasi kegiatan untuk menanggulangi kemiskinan.
Dalam implementasinya, PNPM-Mandiri Perkotaan merancang proses pendampingan belajar masyarakat melalui tahapan siklus dengan pendekatan partisipatif. Dalam pelaksanaan semua tahapan siklus dilakukan melalui FGD, musyawarah dan pendekatan-pendekatan kelompok lainnya dimana masyarakat bisa belajar bersama-sama.
Alhamdulillah berkat Hidayah dan pertolongan Allah SWT. dan kerjasama yang baik
antar sesama anggota LKM, kami LKM Silih Asih Desa Cipacing telah mengadakan Loka Karya PJM Pronangkis, dimana dengan adanya Loka Karya PJM Pronangkis kami bisa menentukan prioritas-prioritas kegiatan yang akan difasilitasi oleh Program PNPM baik itu untuk Rencana Tahunan (Renta) yang akan dilaksanakan Tahun 2012 maupun untuk Rencana Jangka Menengah (RJM) yang akan dilaksanakan untuk tiga tahun (2012-2014).
Pada Kesempatan ini hasil dari kegiatan loka karya PJM Pronangkis kami bukukan sebagai data untuk diketahui, perencanaan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan dan difasilitasi oleh PNPM, baik itu Rencana Tahunan ( Renta ) maupun Rencana Jangka Menengah ( RJM ).
Dengan semua kemampuan dan upaya yang dilakukan, mungkin masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam penguraian bahasa ( redaksional ), pembahasan isi yang kami kemukakakan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mohon dimaklumi. Tak lupa Kami ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dan mendukung dalam pembuatan buku ini.
Besar harapan kami supaya buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun agar kami dapat belajar dengan kekurangan yang kami kerjakan ini.
Sumedang, 21 Februari 2012
Tim PP PJM Pronangkis
DAFTAR ISI
Hal
PENGANTAR i
PENGESAHAN iii
DAFTAR ISI iv
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Kondisi Umum Desa ( Profil Desa ) 1
1.3 Permasalahan 9
1.4 Visi, Misi dan Tujuan Program Penanggulangan Kemiskinan 10
BAB II RUMUSAN STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN SASARAN 12
2.1 Kriteria Kemiskinan Dan Penyebab Kemiskinan Desa 12
2.1.1 Kriteria Kemiskinan Desa 12
2.1.2 Penyebab Kemiskinan 12
2.2 Sasaran 12
BAB III ANALISA PERMASALAHAN 13
3.1 Analisis Permasalan, Kebutuhan dan Potensi Sumber Daya Alam
Permasalan Yang Tergali 13
3.2 Penentuan Prioritas 14
3.3 Perumusan Program 15
BAB IV RENCANA PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN 16
4.1 Perencanaan Jangka Menengah ( 3 Tahun ) 16
4.2 Rencana Tahunan ( 1 Tahun ) : Tahun pertama, Kedua dan Ketiga 16
Lampiran-lampiran
1. Daftar KK dan Jiwa Miskin hasil kajian PS
2. Rekap Data Sensus Keluarga Miskin
3. Peta Dasar Desa
4. Peta Tematik ( Sebaran KK Miskin, Lingkungan dll ) Desa
5. Foto-foto
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sejak krisis ekonomi melanda negara Indonesia, sudah banyak program pemerintah yang khusus untuk menanggulangi kemiskinan digulirkan, tetapi kenyataannya keberadaan program yang ada tersebut tidak memberikan dampak seperti yang diharapkan, bahkan di masyarakat telah banyak menimbulkan lunturnya nilai-nilai luhur hubungan kemasyarakatan. Masyarakat saling mencurigai, hilangnya kepercayaan kepada Aparat/Perangkat Desa dan pengelola program-program penanggulangan kemiskinan, dana bergulir yang semestinya dapat berkembang dan bergulir kembali ke masyarakat menjadi macet dan tak tentu rimbanya, karena masing-masing pihak merasa tidak bertanggung jawab. Akibatnya masyarakat menjadi lebih terpuruk dalam kemiskinannya.
Tujuan disusunnya PJM ini adalah sebagai bahan acuan bagi masyarakat Desa Cipacing mengenai kegiatan-kegiatan dalam menanggulangi kemiskinan.
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) berupaya untuk memperbaiki nilai-nilai luhur kemasyarakatan yang telah luntur. Tahapan demi tahapan dilalui oleh masyarakat sejak adanya sosialisasi Program, diskusi terarah tentang kemisknan, penggalian potensi dan permasalahan yang ada hingga adanya tahapan perencanaan pembuatan program untuk menanggulangi kemiskinan.
1.2. Kondisi Umum Desa (profil Desa)
Potensi sumberdaya alam
1) Luas tanah : 171.24 Ha.
2) Tanah kas desa : 0,45 Ha./3.500 M²
3) Tanah lainnya : -
4) Orbitasi : -
a. Jarak ke Ibu kota Kecamatan : 3 Km
b. Lama Tempuh ke Ibu kota Kec : 30 Menit / ½ jam
c. Jarak ke Ibu Kota Kabupaten : 28 Km
d. Lama tempuh ke Ibu kota Kab : 90 Menit / 1½ Jam
Adapun batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Selatan : Desa Rancaekek, Desa Bojong Loa Kabupaten Bandung
Sebelah Utara : Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor
Sebelah Barat : Desa Cileunyi Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung
Sebelah Timur : Desa Sayang Kecamatan Jatinangor
Kondisi Fisik Desa
Desa Cipacing adalah salah satu Desa di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang yang pada umumnya merupakan Daerah yang berada di lingkungan Industri dan Pengrajin, oleh karena terjadinya Krisis Global yang mengakibatkan banyak penganggur korban PHK dan mahalnya bahan baku kerajinan maka warga masyarakat miskin semakin meningkat.
Jumlah Penduduk Desa Tahun Terakhir
Secara umum, jumlah penduduk Desa Cipacing pada tahun terakhir tahun 2011 dapat diinformasikan sebanyak 13.919 jiwa/orang. Desa Cipacing terdiri dari 18 RW yang meliputi 68 RT.
Jumlah Penduduk Desa Cipacing secara keseluruhan terdiri atas :
Laki-Laki : 6.798 Jiwa
Perempuan : 7.121 Jiwa
Kepala Keluarga : 3.411 KK
Kepala Keluarga Miskin : 739 KK dengan rincian L : 603 KK, P : 136 KK.
Jumlah Penduduk Desa Menurut Mata Pencaharian
Jumlah penduduk Desa Cipacing menurut mata pencaharian dengan perincian sebagai berikut :
a. Petani : 126 Orang
b. Buruh tani : 137 Orang
c. Buruh Swasta : 1.454 Orang
d. Pegawai Negeri : 285 Orang
e. Pengrajin : 1.415 Orang
f. Pedagang : 853 Orang
g. Montir : 51 Orang
h. Dokter : 2 Orang
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Belum Sekolah : 1.958 Orang
b. Pernah Sekolah SD tidak Tamat : 53 Orang
c. Tamat SD/Sederajat : 3.425 Orang
d. SLTP/Sederajat : 2.315 Orang
e. SLTA/Sederajat : 2.915 Orang
f. D/1 : 121 Orang
g. D/2 : 5 Orang
h. D/3 : 152 Orang
i. S.1 : 225 Orang
j. S.2 : 5 Orang
Jumlah Penduduk Menurut Agama
a. Islam : 12.648 Orang
b. Kristen : 55 Orang
c. Katholik : 83 Orang
d. Budha : 2 Orang
e. Hindu : 4 Orang
Lembaga Pemerintahan/Kemasyarakatan
a. Jumlah Perangkat Desa : 12 Orang
b. Jumlah Dusun/Kepala Dusun : 3 Orang
c. Jumlah RW/Ketua RW : 18 Orang
d. Jumlah RT/Ketua RT : 68 Orang
e. Jumlah Anggota BPD : 11 Orang
f. Jumlah Pengurus TP PKK : 18 Orang
g. Jumlah Pengurus LPM : 3 Orang
Lembaga Perekonomian
a. Koperasi/Jumlah Anggota : 1/32 Orang
b. Usaha Kerajinan/ Tenaga kerja : 80/1.345 Orang
c. Usaha Pakaian/tenaga kerja : 5/60 Orang
d. Usaha Makanan/Tenaga Kerja : 2/31 Orang
e. Restoran/Tenaga kerja : 6/75 Orang
f. Toko Swalayan : 4/20 Orang
g. Warung kelontongan : 36/108 Orang
h. Usaha Peternakan/tenaga Kerja : - Orang
i. Kelompok Simpan Pinjam/Anggota : 30/160 Orang
Lembaga Pendidikan
a. TK/Guru/Murid/Orang tua Murid : 5/15/265/265 Orang
b. SD-Sederajat/Suru/Murid/Orang tua Murid : 4/31/716/716 Orang
c. SLTP/Guru/Murid : 1/ / Orang
d. SLTA/Guru/Murid : 1/ / Orang
Lembaga Ekonomi
a. KOPERASI : 1 Unit
Jumlah Anggota : 32 Orang
b. KELOMPOK SIMPAN PINJAM : 30/160 Orang
c. INDUSTRI KERAJINAN : 7 Unit/135 Orang
d. INDUSTRI PAKAIAN : 3 Unit
Jumlah tenaga kerja : 60 Orang
e. INDUSTRI MAKANAN : 2 Unit
Jumlah Tenaga kerja : 31 Orang
f. INDUSTRI ALAT RUMAH TANGGA : -
g. INDUSTRI BAHAN BANGUNAN : 3 Unit
Jumlah Tenaga Kerja : 21 Orang
h. INDUSTRI ALAT PERTANIAN : 3 Unit/6 Orang
i. USAHA PETERNAKAN : - Unit
Jumlah Tenaga Kerja : - Orang
j. USAHA PERIKANAN : -
k. USAHA PERKEBUNAN : -
l. USAHA ANGKUTAN : 3 Unit
Jumlah Tenaga Kerja : 25 Orang
m. PASAR : - Unit
n. BUMDES : 1
o. JENIS USAHA YANG DIKELOLA :. Limbah Industri/Pabrik
Lembaga Pendidikan
1. TK : 5 Unit
2. SD NEGERI : 4 Unit
3. SD Sederajat Swasta : 1 Unit
4. Kejar Paket A : 1 Unit
5. SLTP NEGERI : -
6. SLTP/Sederajat Swasta : 1 Unit
7. Kejar Paket B : 1 Unit
8. SLTA : Unit
9. SLTA/Sederajat Swasta : 1 Unit
10. Kejar Paket C : 1 Unit
11. Perguruan Tingi : 1 Unit
12. Keaksaraan Fungsional : Unit
13. PAUD : 4 Unit
Lembaga Keamanan
1. Jumlah Pos Kamling : 18 Unit
2. Jumlah Hansip : 40 Orang
Kondisi Prasarana
I. Prasarana Transportasi Darat
Baik
(km atau unit) Rusak
(km atau unit)
1. Jalan Desa
Panjang jalan aspal
2. Jalan antar desa/kecamatan
Panjang jalan aspal
3. Jembatan Desa
Jembatan antar desa/kecamatan
4. Pangkalan Ojeg
Jumlah
8
8
1
4
158
8
8
-
2
-
II. Sarana Transportasi Darat
Bus Umum : Tidak Ada
Truck Umum : Tidak ada
Angkutan Pedesaan : Tidak Ada
Angkutan Perkotaan : Tidak ada
Ojek : Ada
Delman/Bendi/Cidomo : Tidak Ada
Becak : Tidak Ada
Kereta Api : Tidak Ada
III. Prasarana Komunikasi
1. Telepon
Telepon Umun : Ada
Wartel : Ada
Warnet : Ada
2. Kantor Pos
Kantor Pos : Tidak Ada
Kantor Pos pembantu : Tidak Ada
3. Radio/TV
Pemilik Radio : Ada
Pemilik TV 2 : 3.211Unit
IV. Prasarana Air Bersih
Jumlah prasarana air bersih
Jumlah sumur pompa : 98 unit
Jumlah sumur gali : 293 unit
Jumlah mata air : 3 unit
Jumlah MCK : 6
Pengguna Prasarana air bersih
Pengguna air sumur pompa : 98 KK
Pengguna pompa listrik : 311 KK
Pengguna air sumur gali : 285 KK
Pengguna mata air : 65 KK
Pengguna MCK : 352 KK
Pengguna PAM : 2.636 KK
V. Prasarana Irigasi
1. Jumlah
Panjang saluran primer : - m
Panjang saluran sekunder : - m
Panjang saluran tersier : - m
Jumlah pintu pembagi air : - unit
2. Kondisi
Panjang saluran sekunder rusak : - m
Panjang saluran tersier rusak : - m
VI. Prasarana Peribadatan
Jumlah mesjid : 28 unit
Jumlah langgar/surau/mushola : 31 unit
Jumlah Gereja kristen : 1 Unit
Jumlah Gereja khatolik : -
Jumlah wihara : -
Jumlah Pura : -
VII. Prasarana Olah Raga
Lapangan sepak bola : 1 buah
Lapangan bulu tangkis : 2 buah
Meja pingpong : 15 buah
Lapangan volly : 17 buah
VIII. Prasarana Kesehatan
Rumah bersalin : 2 unit
Tempat Praktek bidan : 2 unit
Polindes : 1 unit
Posyandu pratama : 18 unit
IX. Sarana Kesehatan
Jumlah dokter umum : 1 orang
Jumlah dokter gigi : - orang
Jumlah dokter spesialis lainnya : - orang
Jumlah perawat : 4 orang
Bidan Desa : 2 orang
X. Prasarana Lingkungan
Septic tank individu : unit
Septic tank komunal : unit
XI. Prasarana Penerangan
Listrik PLN : 3.408 rumah tangga (99.99%)
Lampu minyak : 3 rumah tangga (0,01%)
XII. Sumber Bahan Bakar Penduduk
Gas : 2.952 rumah tangga
Minyak tanah : 150 rumah tangga
Kayu bakar : 309 rumah tangga
Ekonomi Masyarakat
1) Pengangguran
a. Jumlah angkatan kerja (Penduduk usia 15–56 tahun) : 5.499 orang
b. Jumlah penduduk usia 15-56 tahun yang masih sekolah : 2.132 orang
c. Jumlah penduduk usia 15-56 tahun yang bekerja penuh : 1.454 orang
d. Jumlah penduduk usia 15-56 yang menjadi ibu rumah tangga : 1.315 orang
e. Jumlah penduduk usia 15-56 tahun yang tidak bekerja : 575 orang
f. Jumlah penduduk usia 15-56 tahun yang cacat sehingga tidak dapat bekerja
23 orang
g. Jumlah penduduk usia 15-56 tahun yang bekerja tidak tentu : 575 orang
2) Mata Pencaharian
a. Buruh tani : 85 orang
b. Petani : 135 orang
c. Pedagang/wiraswasta : 595 orang
d. TNI/POLRI : 63 orang
e. PNS : 255 orang
f. Montir : 13 orang
g. Supir : 105 orang
h. Karyawan swasta : 991 orang
i. Tukang kayu : 20 orang
j. Guru swasta : 45 orang
k. Buruh : 575 orang
Pendidikan Masyarakat
1. Tingkat Pendidikan Penduduk
1). Jumlah penduduk buta huruf : 98 orang
2). Jumlah penduduk tamat SLTP/sederajat : 2.154 orang
2. Wajib Belajar 9 Tahun
1). Jumlah penduduk usia 7-15 tahun : 2.107 orang
2). Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yanga masih sekolah : 2.007 orang
3). Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang tidak sekolah : 105 orang
Kesehatan Masyarakat
1. Kematian Bayi
1). Jumlah bayi lahir pada tahun ini : 330 orang
2). Jumlah bayi mati pada tahun ini : -
2. Kejadian Luar Biasa
1). Jumlah kejadian muntaber pada tahun ini : 3 kejadian
2). Jumlah kejadian demam berdarah pada tahun ini : 10 kejadian
3). Jumlah kejadian keracunan makanan pada tahun ini : kejadian
3. Gizi dan Kematian Balita
1). Jumlah balita : 1.178 orang
2). Jumlah balita bergizi buruk : 15 orang
3). Jumlah balita bergizi baik : 1.163 orang
4). Jumlah balita mati : -
Keamanan dan Ketertiban
1. Kasus perkelahian yang terjadi pada tahun ini : 2 kasus
2. Kasus pencurian, perampokan pada tahun ini : 5 kasus
3. Jumlah kasus perkosaan pada tahun ini : kasus
4. Jumlah kasus perkosaan anak pada tahun ini : kasus
Kepribadian Kebangsaan Masyarakat
1. Kegotong Royongan Penduduk
a. Kegiatan gotong royong dalam membangun rumah : 4 kali
b. Kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan Desa : 8 kali
c. Kegiatan gotong royong dalam membangun jalan/jembatan : kali
d. Kegiatan gotong royong dalam membangun saluran irigasi : kali
e. Kegiatan gotong royong dalam penanggulangan bencana : kali
f. Kegiatan bulan bhakti gotong royong masyarakat : 1 kali
2. Etos Kerja Penduduk
a. Luas Desa : 171.24 ha
b. Luas lahan terlantar : 1 ha
c. Luas lahan pekarangan : 5 ha
d. Luas lahan pekarangan tidak dimanfaatkan : 0,5 ha
e. Kegiatan petani pada musim kemarau : Tanam Palawija.
1.3. Permasalahan
Dari Hasil pemetaan swadaya munculah permasalahan-permasalahan di masyarakat yang dapat dilihat pada kondisi saat ini.
- Kondisi yang ada pada saat ini di Desa Cipacing masih ada jalan Gang yang rusak dan masih tanah, saluran pembuangan air limbah rumah tangga tidak ada dan tidak tertata dengan baik, fasilitas sarana air bersih yang masih kurang apabila terjadi musim kemarau, mahalnya biaya pendidikan serta sulitnya mencari lapangan pekerjaan serta sulitnya mencari tambahan modal usaha mengingat kebijakan ekonomi pemerintah yang sangat merugikan masyarakat kecil.
- Kondisi yang diharapkan dengan adanya PNPM Mandiri Perkotaan adalah jalan gang yang menunjang lancarnya perekonomian rakyat bisa diperbaiki, saluran air limbah rumah tangga bisa tertata dengan rapi, mudahnya mendapatkan air bersih dan layak untuk diminum, bisa membantu anak sekolah warga miskin untuk melanjutkan sekolah minimalnya sesuai dengan program pemerintah yaitu wajar dikdas 9 tahun dan bisa membantu mencari peluang kerja bagi yang sulit mendapatkan lapangan pekerjaan serta memberikan tambahan modal bagi pengusaha-pengusaha kecil.
1.4. Visi ,Misi dan Tujuan
Visi :
“ Mewujudkan Masyarakat Miskin Desa Cipacing Menuju Masyarakat Yang Sehat, Sejahtera
dan Mandiri Di Tahun 2014 “.
Misi :
1. Menciptakan dan memelihara lingkungan yang bersih dan tertata rapih
2. Peningkatan peran dan fungsi aparatur Pemerintah, Lembaga Kemasyarakatan serta Pihak Swasta dalam upaya penanggulangan kemiskinan
3. Menggalang kepedulian dan kerjasama berbagai unsur masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan
4. Meningkatkan kesehatan masyarakat miskin
5. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat miskin
6. Meningkatkan pendapatan/daya beli masyarakat miskin
Tujuan
1. Terciptanya masyarakat yang terbiasa membuat perencanaan kegiatan dalam penanggulangan kemiskinan dan melakukan pengkajian tiap tahunnya.
2. Terciptanya pembangunan partisipasi seluruh masyarakat melalui kajian pemetaan swadaya.
3. Terwujudnya kebersamaan serta kerjasama dari berbagai pihak di lingkungan Desa Cipacing dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan.
4. Terciptanya peluang Chaneling / kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah, instansi atau swasta.
5. Terwujudnya kesadaran Masyarakat bahwa pembangunan harus dilakukan secara berkelanjutan dan mandiri, sehingga rencana kegiatan yang disusun dalam PJM Pronangkis ini merjadi program Desa dalam upaya penyelesaian masalah kemiskinan.
Program
1. Memperbaiki Jalan gang yang masih rusak dengan rabat beton dan pengaspalan
2. Pembangunan Jalan gang yang masih tanah dengan pemasangan paving blok
3. Mengadakan penyuluhan tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan
4. Memperbaiki rumah-rumah yang tidak layak untuk dihuni
5. Memperbaiki atau membuat fasilitas MCK Umum
6. Memperbaiki dan memasang gorong-gorong atau kirmir untuk pembuangan air limbah rumah tangga
7. Pengadaan sarana air bersih
8. Memberikan pinjaman modal bergulir untuk masyarakat yang mempunyai usaha kecil
9. Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas usaha kecil, pelatihan baik dari segi manajemen pembukuan ataupun tentang tatacara pemasaran.
10. Mengadakan pelatihan untuk penambahan keterampilan dan kreatifitas
11. Mengadakan pemberian makanan tambahan untuk bayi yang dibawah garis merah
12. Memberikan sarana atau fasilitas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Posyandu
13. Memberikan sarana dan fasilitas penunjang pendidikan berupa bantuan Buku Paket Sekolah
14. Memfasilitasi penyelenggaraan kejar PAKET.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar